16 Juli 2008
Ketika Cinta Bertasbih adalah salah satu novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy, yang sampai saat ini telah terjual lebih dari 350.000 copy hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun. Sinemart Pictures akan mengadaptasikannya dalam bentuk film di tahun 2008 ini, dimana pengadaptasian ini adalah kali ketiga Sinemart Pictures memfilmkan novel laris. Sebelumnya Sinemart Pictures telah sukses memfilmkan novel komedi “Jomblo” (2005) dan novel chiklit “Cintapuccino” (2007).
Habiburrahman El Shirazy, atau sering disapa Kang Abik, adalah penulis novel yang karya-karyanya selalu ditunggu oleh para penikmat novel. Hal itu dikarenakan cerita yang ia sampaikan sangatlah mengharukan, dan sarat dakwah. Juga meneduhkan hati, karena menyajikan kisah cinta dan teladan Islam. Selain novel dwilogi “Ketika Cinta Bertasbih”, karya-karya lainnya adalah Ayat-Ayat Cinta (telah ada dalam bentuk film), Di Atas Sajadah Cinta, Ketika Cinta Berbuah Surga, Pudarnya Pesona Cleopatra, dan lain-lain.
Film yang rencananya akan dilakukan di Mesir ini, juga akan mengadakan kasting terbuka untuk mencari pemeran-pemeran utamanya. Hal ini dilakukan untuk membuka seluas-luasnya peluang bagi para pecinta novelnya, untuk dapat mencoba berperan sebagai karakter pujaannya di novel tersebut. Selain itu juga sebagai wahana bagi pihak Sinemart untuk mencari bintang-bintang baru potensial.
Untuk keperluan syuting film ini sendiri, Sinemart berrencana mengambil tempat di Mesir, agar suasana yang didapat sama seperti dibukunya. Dan bila tidak aral melintang, syuting akan dimulai pada bulan Agustus 2008. Tidak hanya itu, Sinemart juga akan melakukan casting bagi pemeran utama, sehingga tidak menutup kemungkinan penggemar novel Kang Abik berkesempatan bermain film tersebut.
Nantinya film ini akan disutradarai oleh Chaerul Umam yang sebelumnya telah membuat film yang melejitkan nama Lydia Kandau dan Jamal Mirdad di film ‘Ramadhan Dan Ramona‘. Menyutradarai film ‘Ketika Cinta Bertasbih’ ini adalah menyambut kembalinya Chaerul setelah 11 tahun vakum di dunia layar lebar.
Penulisan skenario, oleh Sinemart diserahkan sepenuhya kepada Imam Tantowi. Diharapkan dengan duet maut ini film ini dapat diterima baik oleh masyarakat seperti demam film ‘Ayat-ayat Cinta’.
DIarsipkan di bawah: Novel | Ditandai: novel kang abik

kapan-kapan berkunjung ke http://ikrarestart.wordpress.com dan baca sebentar artikel saya yang berjudul tanda tanya dibalik penayangan film religi yah.. kalo ada yang salah mohon koreksinya dan kalau tidak sependapat kita bisa sharing ok